Batu Empedu
Kesehatan

Obat Batu Empedu

Penyakit batu empedu biasa juga disebut dengan bilestones, gallstone. Batu di kantong empedu disebut juga cholelithiasis. Batu di saluran empedu disebut juga choledocholithiasis.

Batu (calculus) yang terbentuk di kantong empedu atau saluran empedu. Batu ini tersusun dari endapan yang tidak dapat dipecahkan dari empedu di kantong empedu, berupa kumpulan kristal-kristal padat (sebagian besar kolesterol).

Di Amerika Serikat, sekitar 20 juta jiwa menderita batu empedu. Di Inggris, terdapat 4,1 juta penderita batu empedu. Wanita berpotensi menderita batu empedu 2,6 kali lebih banyak daripada pria. Ada ciri 4F: female (wanita), fatty (kegemukan), fertile (dalam masa subur), dan forty (usia di atas empat puluh tahun).

Dahulu, pasien dengan penyakit batu empedu akut memiliki angka mortalitas antara 0-5%. Setelah tahun 2000, angka mortalitas menurun menjadi <1%. Mortalitas pada pasien usia tua lebih tinggi dibanding dengan pasien usia muda.

Istilah kolelitiasis (batu kantong empedu) berbeda dengan kolesistitis (radang kantong empedu). Penyakit batu empedu telah dikenal sejak zaman Babylonia, sekitar 2000 SM. Dalam sehari, hati memproduksi 600-1.000 mililiter cairan empedu. Fungsi utama kantong empedu adalah menyimpan cairan empedu yang berasal dari hati. Batu empedu terbuat dari garam kalsium dan bilirubin (pigmen utama di empedu).

Penyebab dan Gejala

Ada beberapa faktor resiko yang memudahkan seseorang menderita batu empedu, yaitu meningkatnya usia, wanita, genetis atau etnis tertentu, kegemukan, diet tinggi lemak dan rendah serat, kehamilan, estrogen, peningkatan kadar lemak darah, penyakit kencing manis, obat penurun lemak, atau diturunkan melalui genetika.

Penyakit batu empedu biasanya tanpa gejala selama beberapa tahun. Bisa juga nyeri perut yang hebat, mendadak, terus-menerus, menghilang perlahan, di perut kanan atas, dan berlangsung selama tiga puluh menit hingga dua belas jam, demam tinggi, mata dan kulit kekuningan, kedinginan (terkadang), nyeri, mual, dan muntah-muntah setelah makan. Bisa dicetuskan makanan berlemak.

Obat Batu Empedu

Asam ursodeoksikolat

Salah satu obat batu empedu adalah asam ursodeoksikolat. Asam ursodeoksikolat digunakan untuk melarutkan batu empedu sehingga pasien tidak perlu menjalani operasi pengangkatan kantong empedu.Obat asam ursodeoksikolat bekerja efektif sebagai penghancur batu empedu yang terbentuk dari kolesterol dan berukuran kecil. Meski batu empedu dapat hancur, tetapi ada beberapa risiko efek samping yang mungkin muncul. Konsultasikan kepada dokter terlebih dahulu sebelum mengkonsumsi obat batu empedu asam ursodeoksikolat, dosis yang tidak tepat akan menyebabkan efek samping yang lebih terasa. Pastikan membeli obat pada apotek resmi dan obat yang dibeli asli serta bukan obat kadaluarsa. Efek samping obat asam ursodeoksikolat, di antaranya mual, muntah, diare, pengapuran batu empedu, ruam kulit, kulit kering, keringat dingin, rambut rontok, gangguan pencernaan makanan, rasa logam di lidah, nyeri perut, sembelit, sering buang angin, pusing, lelah, cemas, depresi, gangguan tidur, nyeri punggung, dan batuk.

Asam kenodeoksikolat

Obat batu empedu yang diberikan dokter lainnya adalah asam kenodeoksikolat. Asam kenodeoksikolat adalah obat untuk melarutkan beberapa jenis batu empedu tertentu.Obat asam kenodeoksikolat adalah obat yang mungkin pernah digunakan pada operasi batu empedu, tetapi bisa berisiko terjadi komplikasi. Jika batu empedu tidak larut, operasi mungkin masih dibutuhkan.Obat batu empedu ini dapat diminum dengan atau tanpa makanan.Biasanya dua kali sehari, yakni satu kali di pagi hari dan satu kali di malam hari, atau sesuai instruksi dokter Anda. Pastikan penderita memeriksakan diri terlebih dahulu ke dokter dan diberikan resep. Resep dapat ditebus pada apotek terdekat atau gunakan Apotek 24 Jam apabila ingin membeli dan menebus resep melalui secara online. Dosis diberikan berdasarkan kondisi medis, berat badan, dan respon Anda terhadap pengobatan.Mungkin akan membutuhkan waktu 24 bulan sebelum batu empedu larut sepenuhnya.Beberapa efek samping asam kenodeoksikolat adalah kram perut ringan, diare terutama pada dosis awal yang tinggi (kurangi dosis selama beberapa hari), gatal-gatal, hingga gangguan hati ringan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *